Solusi · Tim Sales & Leads
Leads iklan itu mahal. Yang menentukan closing: seberapa cepat di-follow-up.
Lead yang disapa dalam lima menit masih ingat kenapa dia mengisi form. Satu jam kemudian, dia sudah membandingkan tiga kompetitor. Wazapan menyapa setiap lead otomatis begitu form terkirim, membaginya adil ke tiap sales, dan memastikan tidak ada satu pun yang jatuh di sela kursi.
Kebocoran yang jarang dihitung
Ilustrasi: iklan menghasilkan 300 leads/bulan dengan biaya Rp30 ribu per lead = belanja iklan Rp9 juta. Bila 30% leads tidak tersentuh cepat — tenggelam di notifikasi, tak jelas milik sales siapa — ±Rp2,7 juta uang iklan terbakar tiap bulan. Dan itu baru biaya iklannya, belum nilai deal yang ikut hilang.
Ironisnya: tim biasanya menambah budget iklan, bukan memperbaiki kecepatan follow-up — biaya iklan naik, hasilnya tetap bocor di tempat yang sama.
Yang terjadi tiap hari di tim sales
Persona ilustratif: Bimo, sales manager properti dengan 5 sales, leads dari iklan Meta + form landing page + walk-in pameran.
Sebelum
- • Leads form masuk ke email — dicek dua kali sehari; lead jam 10 pagi baru disapa jam 4 sore.
- • Leads dibagi lewat grup WA internal: "siapa yang mau ambil?" — yang gercep dapat semua, yang sopan tidak kebagian.
- • Dua sales menelepon lead yang sama; lead lain tidak disentuh siapa pun. Tidak ada yang tahu sampai lead-nya komplain.
- • Follow-up kedua dan ketiga tergantung ingatan masing-masing sales — kebanyakan berhenti di follow-up pertama.
- • Sales resign → HP-nya ikut pergi bersama seluruh riwayat chat prospek enam bulan terakhir.
Sesudah
- • Form landing page / Google Forms tersambung ke Webhook Masuk: begitu terkirim, lead menerima sapaan WhatsApp otomatis — masih dalam momen "saya tertarik".
- • Tombol WA di iklan & situs memakai Link & Form Rotator: pengunjung dibagi bergilir ke nomor tiap sales, adil, dengan statistik klik per sales.
- • Semua chat masuk Team Inbox: percakapan ditugaskan ke satu agen, ada catatan internal ("sudah nego, minta unit hook"), dan bot berhenti otomatis saat sales mengambil alih.
- • Leads tersimpan di menu Kontak dengan timeline per prospek — dipilah daftar "Baru / Warm / Dingin", dan leads dingin dihangatkan ulang lewat Campaign terjadwal.
- • Sales resign? Riwayat percakapan dan leads tetap milik perusahaan — tinggal tugaskan ulang ke agen lain.
Cara mengatur follow-up otomatisnya
- 1
Tautkan nomor perusahaan di tab Perangkat, lalu undang tiap sales sebagai seat agen Team Inbox — login sendiri-sendiri, satu nomor bersama.
- 2
Sambungkan form leads (landing page, Google Forms, Meta lead form via Pabbly/Zapier) ke Webhook Masuk — sapaan otomatis + data lead masuk rapi. Resepnya di dokumentasi.
- 3
Pasang Link & Form Rotator di iklan & tombol WA situs — leads terbagi bergilir ke tiap sales, statistik kliknya terlihat.
- 4
Susun daftar kontak per tahap (Baru / Warm / Dingin) dan jadwalkan campaign penghangat untuk yang dingin — follow-up ketiga tidak lagi bergantung ingatan.
- 5
Pantau dari panel: chat yang belum tertangani di Team Inbox, statistik rotator per sales, laporan campaign — rapat mingguan pakai angka, bukan perasaan.
Hitung nilainya
Menyelamatkan segelintir lead per bulan saja sudah melampaui biaya langganan — ; bandingkan dengan biaya satu lead iklan Anda.
Skenario ilustratif — hasil bergantung pada praktik pemakaian dan persetujuan leads dihubungi (form Anda sebaiknya mencantumkan persetujuan dikontak via WhatsApp).
Fitur yang bekerja untuk tim sales
Coba dengan data Anda sendiri — uji coba 7 hari atas permintaan.
Tautkan nomor, import kontak, kirim campaign pertama. Tanpa kartu kredit, tanpa komitmen.
Bukan bidang Anda? Lihat segmen lain