Solusi · Koperasi & Pembiayaan

Angsuran yang telat sehari itu bukan kredit macet — itu anggota yang lupa tanggal.

Biaya penagihan paling murah adalah pengingat yang datang sebelum jatuh tempo. Pesan WhatsApp H-3 dan H-1 — otomatis, sopan, menyapa nama anggota — membuat sebagian besar angsuran masuk tanpa satu pun telepon penagihan, dan hubungan baik dengan anggota tetap terjaga.

Kebocoran yang jarang dihitung

Ilustrasi: 500 rekening angsuran aktif, rata-rata Rp800 ribu/bulan. Bila 15% telat karena lupa, ada ±Rp60 juta yang harus dikejar kolektor tiap bulan — padahal sebagian besar akan membayar sendiri kalau saja diingatkan dua hari sebelumnya.

Setiap kunjungan penagihan ada ongkosnya: bensin, waktu kolektor, dan yang termahal — anggota yang merasa dipermalukan lalu pindah ke tempat lain.

Yang terjadi tiap bulan di bagian penagihan

Persona ilustratif: Pak Hendra, manajer koperasi simpan pinjam dengan 500 anggota aktif dan 3 petugas lapangan.

Sebelum

  • • Pengingat hanya lewat SMS massal yang mahal — dan sudah bertahun-tahun tidak dibaca siapa pun.
  • • Petugas lapangan menghabiskan hari untuk anggota yang sebenarnya "cuma lupa", bukan yang benar-benar bermasalah.
  • • Anggota tidak tahu sisa angsurannya; bertanya harus datang ke kantor atau menunggu jam kerja.
  • • Bukti pengingat tidak terdokumentasi — saat sengketa, koperasi tidak bisa menunjukkan kapan anggota diberi tahu.
  • • Info RAT dan program baru ditempel di papan kantor; yang datang membaca hanya yang kebetulan lewat.

Sesudah

  • • Sistem koperasi menembak REST API Wazapan: pengingat H-3 dan H-1 dengan nama, nominal, dan tanggal jatuh tempo masing-masing anggota — otomatis penuh.
  • • Tanpa integrasi pun bisa: export daftar jatuh tempo bulan ini ke CSV → Campaign terjadwal dengan personalisasi {name}.
  • • Petugas lapangan hanya menangani yang tetap menunggak setelah dua pengingat — daftar kunjungan menyusut drastis.
  • Autoreply menjawab "saldo", "cara bayar", "kantor buka jam berapa"; login aplikasi anggota diamankan OTP API via WhatsApp, jauh lebih murah dari SMS.
  • • Semua pesan tercatat di Riwayat dengan status terkirim — jejak dokumentasi pengingat yang rapi; anggota yang menolak dihubungi cukup membalas "STOP".

Dua cara pakai — pilih sesuai kesiapan IT Anda

  1. 1

    Tautkan nomor resmi koperasi di tab Perangkat — anggota mengenali satu nomor untuk semua urusan.

  2. 2

    Jalur tanpa IT: import daftar jatuh tempo ke menu Kontak tiap awal bulan, buat Campaign pengingat terjadwal H-3.

  3. 3

    Jalur integrasi: vendor core system menembak endpoint send-message & otp/send — dokumentasi lengkap di /docs, format kompatibel gateway populer.

  4. 4

    Pasang autoreply untuk pertanyaan rutin anggota + Jam Kerja untuk di luar jam kantor.

  5. 5

    Pantau Riwayat sebagai jejak pengingat terdokumentasi, dan hormati opt-out otomatis — kepatuhan bawaan, bukan tambahan.

Hitung nilainya

Angsuran telat yang harus dikejar (ilustrasi 15% × 500 × Rp800rb)±Rp60 jt/bln diburu
Ongkos kunjungan penagihan untuk yang "cuma lupa" (bensin + waktu petugas)puluhan kunjungan sia-sia
SMS massal & OTP SMS yang tak dibaca tapi tetap ditagih per kirimbiaya rutin tanpa hasil
Pengingat jatuh tempo + OTP + autoreply anggota, satu panelmulai lihat halaman harga

Dengan kuota paket, biaya per pengingat sangat kecil — satu kunjungan penagihan yang batal saja sudah lebih mahal dari itu.

Skenario ilustratif — hasil bergantung pada praktik pemakaian dan persetujuan anggota dihubungi.

Fitur yang bekerja untuk koperasi & pembiayaan

REST API send-message OTP API via WhatsApp Campaign terjadwal + {name} Import CSV jatuh tempo Riwayat = jejak pengingat Opt-out STOP otomatis Autoreply + Jam Kerja

Coba dengan data Anda sendiri — uji coba 7 hari atas permintaan.

Tautkan nomor, import kontak, kirim campaign pertama. Tanpa kartu kredit, tanpa komitmen.

Bukan bidang Anda? Lihat segmen lain